Corona, Karantina, dan Evaluasi
#cumangomong
Kamis, 9 April 2020.
-my day 18 of corona quarantine
-kamis putih (pertama) di rumah
Masih sama. Masih di rumah. Hari ini aku punya wacana buat
nyelesaiin PR Kimia, belajar, nyelesaiin karya tulis, dan nulis di blog
(actually I don’t know what to write lol).
Yup, I finished my assignment, yeay! Abis itu, langsung deh buka laptop. Aku
berencana nyelesaiin kartulku yang harusnya bab 3, tapi aku masih stuck di bab 1, okesip. Baru aja nyala
laptopnya, tiba-tiba aku pengen banget buka Youtube. Aku baru inget kalau 2 hari yang lalu ada
video baru yang belum sempet aku tonton karena kuota internet yang tipis dan ga
ada wifi. Huhu. Emang video apa sih?
| Hindia - Evaluasi (Official Video) on YouTube |
Jujur aja, sebelumnya aku ga pernah tau lagunya Baskara selain
lagu-lagu .Feast. Pertama kali denger lagu itu di asrama. Agak pasaran sih
sebenernya karena sering banget diputer di sekolah. Karena kepo, aku langsung
buka di Youtube semua lagunya Hindia blablablabla dan aku kagum sama semua
lagunya! Liriknya bener-bener ngena banget.
Oke next, tentang hari ini. Jadi, baru hari ini aku bisa
play video itu. Video itu simple banget, low-budget (beneran low), dan video
itu isinya cuma kumpulan video beberapa orang yang merekam keseharian mereka.
Emang, sih, related banget sama liriknya. Macem-macem dan lucu-lucu, lah,
pokoknya. Tonton sendiri aja (bcs actually I’m not gonna make a review of this
video -.-)
Fyi, ini liriknya
Yang tak bisa terobati
Biarlah
Mengering sendiri
Menghias tubuh dan
Yang mengevaluasi
Ragamu
Hanya kau sendiri
Mereka tak mampuMelewati yang telah kau lewati
Tiap berganti hari
Rintangan yang kau hadapiMasalah yang mengeruh
Ho, perasaan yang rapuh
Ini belum separuhnya
Biasa saja
Kamu tak apaYang selalu ingin ambil peran
Hanya berlomba menjadi lebih
Sedih dari dirimu
Muak dikesampingkan
Disamakan
Hatimu terluka, sempurnaMasalah yang mengeruh
Ho, perasaan yang rapuh
Ini belum separuhnya
Biasa saja
Kamu tak apaPerjalanan yang jauh
Kau bangun untuk bertaruh
Hari belum selesai
Biasa saja
Kamu tak apaBilas muka, gosok gigi, evaluasi
Tidur sejenak menemui esok pagi
Walau pedihku bersamamu kali ini
Ku masih ingin melihatmu esok hari
Ga bermaksud sok-sokan atau gimana-gimana, ya. I just
wanna share what I feel after watching the video. Lagu itu seketika bikin aku tersadar. Kita
sering banget merasa bosan, ngeluh, sambat, dan capek sama kehidupan dan
rutinitas kita. Kita seringkali merasa gagal, berbeban berat,bahkan nyerah gitu
aja karena kita merasa tidak mampu lagi. Benar kata NKCTHI, semua orang adalah korban di kisahnya
masing-masing. Aku juga pernah merasakan hal yang sama. As a teenager and also
a dorm girl, perasaan-perasaan semacam itu juga pernah muncul. Gimana ga bosen?
Bangun pagi, ke gereja, ke sekolah, kegiatan sore, balik asrama, belajar, dan
tidur. Terus berulang, di tempat yang sama, dengan orang yang sama. Selama tiga tahun. Belum lagi permasalahan-permasalahan yang ada, seperti cinta,
keluarga, atau urusan lain. Yaa, inilah kehidupan.
As you know, libur dadakan karena virus corona ini emang cukup
lama. Sepi, bosan, terkurung, dan ga bebas (and I feel like I'm Rapunzel who locked away in Mother Gothel's tower). Karena waktu yang
cukup lama, jujur aja aku kangen banget sama rutinitasku di asrama. Sama
seperti orang-orang yang berkomentar di video itu, social distancing yang cukup
sepi dan membosankan itu justru membuatku berefleksi , mengevaluasi diri, dan
menyadari banyak hal. Menyadari bahwa ternyata banyak hal yang sudah kita
lalui. Keberhasilan, kegagalan, senang, susah, dan masih banyak lagi. Kita
sudah sejauh ini dan kita mampu, kan?
Masalah yang mengeruh
Ho, perasaan yang rapuh
Ini belum separuhnya
Biasa saja
Kamu tak apaPerjalanan yang jauh
Kau bangun untuk bertaruh
Hari belum selesai
Biasa saja
Kamu tak apa
Perjalanan masih panjang dan usia akan terus bertambah.
Sampai kapan? Entahlah. Semakin dewasa kita, semakin banyak pula tanggung jawab
yang sering kali membuat kita terbebani. Jika kita sembarangan dan seenaknya
sendiri, justru itu bikin masalah kita nambah, kan? It won’t solve the
problems. Yaa, inilah kehidupan. Permasalahan akan selalu datang, apapun itu
dan kapanpun itu. Jake (Adventure Time)
said, “To live life you need problems. If you get everything you want the
minute you want it, then what’s the point
of living?”. True! Ketika kita dilanda masalah dan banyak beban, kita harus
inget bahwa kita udah melangkah sejauh ini dan kita mampu. Ada kalanya kita
harus rehat sejenak dan mengevaluasi diri, lalu bangkit lagi. Inget, it's okay to not be okay. Perjalanan kita
masih jauh dan ini belum ada apa-apanya!
Masih akan ada banyak fase yang belum kita lalui.
Menurutku, bagian yang ga kalah ngena adalah pada bagian ending.
Kita perlu mengevaluasi diri, lalu bangkit lagi. Meskipun sulit, berat, dan melelahkan, ada orang-orang yang kita sayangi yang masih ingin melihat kita di esok hari, suatu saat nanti. So, jangan sampai kita menyia-nyiakan setiap kesempatan dalam hidup ini dengan melarikan diri atau bahkan menyerah. Bukan cuma kita kok yang menderita. Semua orang mengalami hal yang sama. We have no reason to give up. Biasa saja, kamu tak apa! Above all, jangan lupa bersyukur atas semua hal, apapun itu, sekecil apapun itu.Bilas muka, gosok gigi, evaluasiTidur sejenak menemui esok pagiWalau pedihku bersamamu kali iniKu masih ingin melihatmu esok hari
Semangat✨
Comments
Post a Comment
Write your comments below politely. Thank you for reading! (: