Crab Mentality : Mentalitas yang Ternyata Racun
#cumangomong
"Baru buka bisnis gitu doang aja bangga!""Ngapain, sih, belajar?! Paling juga ntar remidi""Ambisius banget sih! Paling juga ntar ujung-ujungnya nggak jadi apa-apa,"
Kita pasti pernah ngalamin hal yang serupa, kan? Kita pasti pernah nemuin orang-orang yang iri hati, nggak suka dengan kesuksesan orang lain, dan mencoba menjatuhkan. Atau jangan-jangan, kita termasuk salah satu di antara mereka?
Crab mentality? Kenapa kepiting?
Gambar 1
Jika kita memasukkan banyak kepiting dalam sebuah ember, mereka akan berusaha untuk ke luar dari ember tersebut. Uniknya, kaki dan tangan mereka akan saling menarik satu sama lain apabila salah satu kepiting berusaha naik dan hampir mencapai ujung ember, seolah-olah kepiting-kepiting yang berada di bawah tidak ingin jika salah satu dari mereka ada yang bisa keluar dari ember.
OK. Terus, crab mentality itu apa?
Dalam Psychology Today, crab mentality adalah analogi dari perilaku egois dan iri terhadap kesuksesan orang lain. Nah, mirip halnya dengan kepiting-kepiting dalam ember itu. Walaupun sebenernya fenomena itu hanya bentuk dari naluri hewan, kepiting-kepiting yang berada di bawah itu ibaratnya adalah orang-orang yang berusaha menjatuhkan karena nggak suka kalau salah satu di antara mereka ada yang berhasil mencapai sesuatu.
Gambar 2
So, bisa dibilang crab mentality artinya iri dengan kesuksesan orang lain. Misalnya kita punya cita-cita, nih. Ketika kita berusaha lebih keras (dengan cara yang baik, tentu saja!) dan akhirnya cita-cita kita tercapai, temen kita justru nggak suka dengan kesuksesan kita dan berkomentar, “Ah, nggak solid lu! Lagian cuma kayak gitu doang bangga,”. Hm.. Padahal seharusnya sebagai temen mereka mendukung dan mengapresiasi, ya. Nah, temen yang seperti itu bisa jadi punya crab mentality, loh.
“Kalau aku nggak bisa, kamu juga nggak bisa, dong!
Ada banyak contoh lain yang sering terjadi di sekitar kita, apalagi di dunia sekolah dan dunia kerja. Kita pasti pernah menemukan orang yang semacam itu, atau mungkin aja kita adalah orang semacam itu. Ketika ada satu orang yang berhasil, orang dengan crab mentality ini akan nggak suka dan berusaha untuk menjatuhkan orang yang berhasil ini agar selevel lagi dengan si orang ini. Kesannya, sih, biar ‘adil’ atau biar ‘solid’. Sebetulnya, modus-modus seperti itu muncul karena orang itu nggak bisa menerima kesuksesan orang lain. “Kan, kita harus sukses bareng! Kalo aku nggak bisa, ya, kamu juga dong!”.
Apa sih penyebab crab mentality?
Crab mentality itu dapat muncul karena iri hati atau insecure, dendam, kurang percaya diri, dan sifat kompetitif yang berlebihan. Nah, itulah mengapa ketika orang dengan crab mentality melihat orang yang lebih sukses darinya, dia bakal nggak suka dan bahkan menyindir, menjatuhkan, dan mengintimidasi. Wah, lagi-lagi iri hati berdampak buruk, nih!

Dampak terhadap victim
Berada di lingkungan yang sama dengan orang ber-crab mentality membuat si korban ini sulit berkembang. Why? Karena ia selalu dipenuhi oleh energi negatif dari orang-orang di sekitarnya. Padahal, lingkungan sekitar itu berpengaruh banget, loh. Setiap usaha dan keberhasilannya tidak didukung dan tidak diapresiasi oleh lingkungannya. Belum lagi kalau si korban ini people pleaser atau suka nggak enakan sama orang. Ia akan merasa egois jika berusaha tutup telinga dan berusaha sendiri. Padahal, teman-temannya lah yang egois. Tidak hanya itu, si korban ini juga bisa stress.
Dampak terhadap orang dengan crab mentality
Nggak cuma berdampak terhadap si korban, ternyata orang yang memiliki crab mentality juga kena dampak negatifnya, loh. Kok bisa? Bukannya niat mereka 'bagus'? Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, orang dengan crab mentality itu nggak bisa menerima kesuksesan orang lain karena dia nggak mau ada orang yang lebih sukses darinya. Saking bencinya dengan orang yang sudah lebih sukses darinya, ia mencari segala cara untuk menjatuhkan. Karena dipenuhi dengan rasa takut tersaingi, orang dengan crab mentality ini justru stress dan lebih fokus untuk menjatuhkan orang lain daripada memaksimalkan kerja kerasnya. Hasilnya? Sama aja. Orang ini tidak akan sukses juga. Percuma, kan?
Bagaimana jika kita memiliki crab mentality?
Daripada buang-buang energi untuk hal yang nggak penting, yuk kita belajar untuk menerima kesuksesan orang sebagai motivasi kita. Nggak mudah sih, toh manusia itu kan emang punya naluri 'nggak mau dikalahkan'. Tapi inget, menjatuhkan mereka nggak membuat kita sukses, tetapi justru bikin kita stress sendiri, loh. Jadi, biarkan orang lain sukses dengan caranya masing-masing. Jangan pernah nyerah saat merasa gagal, karena sebetulnya setiap orang punya waktu untuk berhasil. Kalau emang terganggu, coba memberi jarak dulu dengan mereka. Orang lain itu di luar kendali kita, jadi kendalikan diri kita masing-masing dan fokus ke diri kita sendiri aja.
Gambar 5
Bagaimana jika kita adalah victim?
Hidup kita itu di luar kendali orang. So, jangan biarkan orang lain mengendalikan diri kita. Abaikan saja perkataan-perkataan mereka. Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Yang penting, usaha kita nggak merugikan orang lain. Jika kita tidak nyaman berada di lingkungan yang sama dengan orang yang punya crab mentality, coba mengomunikasikan secara baik dengan mereka. Kalau memang nggak bisa dan nggak memungkinkan, kita bisa membatasi diri dengan mereka (It's okay, menurutku sih itu wajar asalkan kita tetap menjalin hubungan baik dengan mereka).
Di tahun ajaran baru ini, kita mungkin akan menemui orang-orang baru dengan sifat yang berbeda-beda. Kita harus pandai-pandai memilih 'teman dekat' yang tidak akan menjadi toxic dalam hidup kita. Dan yang penting, kita masing-masing jangan sampai jadi racun buat orang lain. Jadilah berkat dan semangat buat orang lain, khususnya teman-teman kita.
Tetep semangat dan tetep berusaha💙✨
Photo/picture Credit :
Gambar 1 https://theswedishafrican.wordpress.com/2014/10/21/on-south-african-expats-and-the-crab-mentality/
Peace out!




Comments
Post a Comment
Write your comments below politely. Thank you for reading! (: